17.4.13

Maaf ya Pak Janu...
eh, bukan. Maaf ya kelompok yang lagi maju...
Harusnya aku merhatiin kalian karena aku tahu materi yang kalian sampaikan itu "berbobot" dan "bermanfaat". Tapi yah apa daya. Pasalnya Rabu kala itu, dari subuh sampe ashar gak kelar-kelar berkuat sama matematika 2. Dipaksa kelar pun gara-gara mau kuliah Proses Produksi 1. Nah pas kelar tuh, pas beres-beres mau cuss dari Pustek lantai 3 tiba-tiba ada yang nyeletuk, "Eh ini kita salah lho, harusnya kayaknya gini deh (?)"
Otak baik: "Oh iya ya, duh sayang banget nih kalau salah, tapi masa mau diganti lagi (?)"
Otak jahat: "Udah lah Mut, biarin aja. Ini aja udah bikin stress, lagian kamu udah ga punya waktu kaan..."
Otak: "Ah bodo amat ah," (-,-")
Gitu lah, akhirnya pas kelas malah menghasilkan "karya" begini:

u,u


-> ngapain juga minta maaf -- yang rugi juga aku sendiri -,-

15.4.13

Ingatkan Aku dengan Lembut


[blush] …
Suatu romansa …
Romantisme dari Sang Maha Romantis …
Jika kau mau tahu, jika kau mau membuka hatimu, selalu ada cinta yang Ia selipkan di setiap peristiwa.
Sudah beberapa bulan yang lalu kisah ini terjadi, setiap kali teringat pasti aku ingin menuliskannya. Namun bulan bulan telah berlalu, dan selalu saja kata-kata yang berangkai ini hanya berlarian di pikiranku, seolah belum ada pemantik untuk meloncatkan mereka ke dunia real.

Saat itu, dimana dunia ini diwarnai dengan kertas-kertas PMKT, Koding, serta tetek bengek properti ujian lainnya. Yak itulah saat kelas tiga sma mendekati ujian nasional. Jumat sore sampai Sabtu pagi anak-anak kelas tiga yang kece-kece dengan gembira hati ataupun terpaksa mengikuti program sekolah: “Doa bersama !!” Seingetku namanya doa bersama, atau apalah itu. 80% acaranya adalah mendengarkan pembicara yang sedang maju. Mulai dari pemberian informasi gimana sistem ujian nasional, snmptn, dan kiat-kiat menghadapi itu oleh guru-guru kami yang super kece, sampai pemberian motivasi yang ujungnya ada sesi nangis-nangisnya oleh pemateri yang gak kalah kece. Dan apa yang kami lakukan anak-anak kece ini di belakang? You may guess
20% acara itu kami gunakan untuk beribadah, makan, dan seru-seruan bersama teman-teman. Maka kami, anak cewek ipa satu yang kece-kece bergabung bersama di salah satu kamar asrama Youth Centre dan melakukan hal-hal seru di sana. Kemudian kami pun merencanakan program seru untuk kami lakukan di Sabtu siangnya: “Nonton Bareng !!” Yaa begitulah kami, berdoa – bermain – baru belajar :D
Setelah mengkomunikasikan dengan anak cowok, kami pun bersepakat untuk nonton film Negeri 5 Menara pukul 14.00 (seingetku, kalau ga salah) kumpul di 21 Ambarukmo Plaza. Tibalah saat galau bagiku, “Ikut gak yaa?” permasalahannya aku udah janjian nonton film ini sama ibuku tercinta, tapi baru wacana. Kegalauan pun aku bawa pulang. Sesampainya di rumah aku segera mengkomunikasikan ini pada ibuku,  biar gak php. Karena janjian main bersama ibuku saat itu tergolong sulit, maka ibu dan aku merelakan waktu kami hang out bersama. Aku memutuskan untuk ikut mainnya anak-anak ipa satu, lewat text message kusampaikan kesediaanku kepada Puji. Sms udah terkirim. Well, cerita pun dimulai…

Jarak rumahku dari Youth Center tergolong dekat dan pagi itu sekitar pukul 10 atau 11 WIB aku pulang bersama si Revo. Si Puji, Lisa, Fitha, dll ngomong, “Ntar sampe rumah aku mau langsung tidur. Jangan lupa ya ntar jam 2 di 21 jangan nyampe telat!” Nah, beda sama aku yang udah meniatkan diri sesampainya di rumah mau mandi, beres-beres dulu, makan, dll. Setelah sholat dzuhur ternyata mata ini tak kuat menahan kelopak yang kian memberat, akhirnya aku pun tertidur, pulas. “Ntar bangun jam 1 trus siap-siap deh.” Kurang sesuai dengan niat awal aku bangun jam 1 tapi kelebihan 30 menit. Bukannya buru-buru, aku malah mikir…
Nanti kan ada les jam 3 (?). Tapi gapapa aku udah mikirin ini sebelumnya. Nanti selesai film jam 4-an lah, trus aku baru cuss ke GO. Tapi belum sholat, ya ntar gampang lah kalo engga sholat di rooftop ya di GO aja. Ntar gapapa lah ikut lesnya yang sesi dua aja. Dan damn ini udah jam dua kurang seperempat dan aku belum siap-siap! Dan misal ya aku siap-siap 15 menit, ntar berangkat jam 2 dong. Padahal jam 2 harus udah nyampe sana. Asal tau aja rumahku sampe ke Amplaz itu jauuuuuuuuuuuuuuuuh jauh, sekitar 30-45 menit. Tau sendiri kondisi dari Jalan Godean ke Jalan Solo itu gimana, ditambah ada halangan jalan satu arah. Dan akhirnya kepikir lagi, kalau semisal keluar dari studio jam 4 trus buru-buru kabur ke GO itu ternyata setelah diitung-itung memakan waktu lama juga. Dari Amplaz ke GO Cokro itu mungkin sekitaran 30 menit juga, ditambah kondisi jalan sore-sore gitu (read: pulang kerja). Ntar sampe sana jam setengah 4.30, ituppun belum diitung sholatnya. Semisal aku ikut temen-temen sholat di rooftop, mungkin jam 4.30 baru dari sana dan nyampe GO jam 5. Padahal sesi dua mulainya pukul 4.15. Ya kali aku les udah ikutnya cuma sesi terakhir telat pula, telatnya 15 menit lagi. Berhubung kelasku di GO itu “beda” aku jadi males masuk ke kelas lain untuk dapet kelas pengganti. Dan mohon diinget kembali, ini udah deket sama UN.
Setelah melakukan hitung-hitungan yang cukup melelahkan, semakin yakin aku segera mengambil hape. Kirim sms ke Lisa sama Puji, “Kalian ud beli tiketny blm? Kykny ak g jd ikut deh :(” Balasan sms tak kunjung tiba sampai aku harus berulang kali mengirim pesan yang nadanya serupa. Akhirnya salah satu dari mereka pun menjawab, “Yaaah ud mut. knp g jd? :o” #lemes, secara harga tiket 21 waktu itu berapa sih, jelas udah naik dari 15ribu, apalagi itu hari Sabtu. Satu tanggung jawab lagi bertambah, bayar uang itu ke Puji esok hari.
Yaudahlah segera siap-siap berangkat les aja.
Bersyukur, suara malaikat lebih kuat dibanding suara setan-setan sore itu. Ajaib, aku enteng-enteng aja ga jadi main, ga sedih, ga nyesel, malahan seneng, seneeeeeeng~. Kenapa? Karena aku seperti mendapat peringatan lembut dari-Nya, “Udah mut kamu tu belajar aja, ngapain hari gini masih main aja, udah mainnya besok lagi masih bisa…” “Iya ya, ngapain aku pake janjian main segala. Udahlah mut belajar dulu aja!” so sweet ya #apasih. Secara, yang ngingetin aku ga cuma kalian-kalian lho, tapi dari Dia (u,u). Hatiku pun berbunga-bunga.  Untuk mengganti uang Puji pun terasa kapas aja uangku yang dari ibuku ini keluar.

Begitulah. Bukalah hati lebih lapang, cinta-Nya akan semakin kuat kamu rasakan. Selalu ada hal positif yang Ia sampaikan di setiap kejadian demi kejadian dalam hidup kita :).

Positive thinking itu selalu lebih positif! :)