Showing posts with label flashfiction. Show all posts
Showing posts with label flashfiction. Show all posts

22.7.14

Seratusnya...

Alika terbungkam seketika. Seorang lelaki berbaju merah di depannnya kini mulai mengerutkan dahinya.
"Berapa Mas?"
"Dua puluh ribu seratus Mbak,"
Kembali Alika menggasak dompet mungilnya, nihil. Seorang ibu dibelakangnya mengetuk-etuk sepatu pantovel hitam yang dipakainya.
"Seratus rupiahnya dibayar pakai permen boleh Mas?" tanya Alika sambil memamerkan gigi berkawatnya.

22.1.14

Sebuah Estafet

Mungkin ini napas terakhirku. Napas demi napas selalu aku pikir begitu dan aku selalu bersyukur tiap ada helaan napas baru lagi. Metabolismeku yang terforsir ini pasti membutuhkan udara yang lebih dari yang aku butuhkan biasanya. Tak ada jeritan lagi, yang ada kini adalah selengking tangisan. Aku yakin itu adalah tangisanmu. Tangisan yang ditunggu banyak orang. Aku mencarimu dalam kegelapan, tak kutemukan wajahmu. Wajah yang ingin kulihat walau hanya satu detik saja sebelum semuanya menjadi gelap.
Gelap.
Kini napas ini, kini kehidupan ini, milikmu.

#flashfiction