Hmm Bismillah.. :)
Menurutku galau itu
hal yang wajar, karena diakui atau tidak manusia hanyalah makhluk yang rapuh.
Segala kekuatan hanyalah milik-Nya, mintalah kekuatan dari-Nya, begitulah
manusia bisa menjadi kuat, tegar, dan bijaksana. Dan terimakasih kepadamu,
mataku terbuka untuk meminta kekuatan lebih pada-Nya.
Rasa kecewa itu
sudah berlalu, yang ada hanyalah menerima. Amarah pun telah berlalu, yang ada
hanya memaafkan. Pagi ini bukannya aku tidak lagi menerima pun memaafkan, aku
hanyalah seorang yang memegang prinsip. Melunasi janji yang telah kubuat
sendiri. Terlalu banyak toleransi yang pernah aku buat dan saatnya membuat
suatu batas. Ketika batas itu kau coret saatnya mencoret namamu dalam
toleransiku.
Jika ada yang
bertanya aku dimana, masih, aku masih di sini. Jika kau mencari, aku masih di
sini. Aku tidak pergi, hanya bisa bersabar menanti waktu untuk kita bertemu
kembali. Jika kau mencari, jangan temui aku hari ini. Temui aku ketika matahari
menyingsing kembali, ketika tahun telah berganti, ketika kau telah menjadi
lebih dewasa dari masa ini. Temui aku sebagai teman lama, yang merindukan
keberadaanmu dan yang menanti kabarmu.
Jika kita memiliki
usia 1000 tahun lagi, tunggulah aku hingga seribu tahun itu. Tunggulah untukku
bisa membangun rasa percayaku lagi dan toleransiku bisa aku atur kembali.