Mulai dari sini aku akan melupakan apa yang
harus aku lupakan dari dulu.
Mulai meninggalkan apa yang seharusnya aku
tinggalkan dari dulu.
Mencoba lebih menahan lagi apa yang selama ini
aku tahan, dan yang seharusnya sudah aku tahan dari dulu.
Mencoba tidak memulai lagi apa yang seharusnya
tidak aku mulai. Dari dulu.
Sakit. Kecewa. Gagal paham.
Prasangka yang selama ini baik semoga tetep
baik ya nak.
Prasangka buruk hilanglah. Jangan ganggu.
Lelah untuk bermain. Petak umpet. Ketemu. Bahagia.
Ketemu. Kecewa.
Maaf.
Diam. Damai. Tenang.
Aku akan terus berdo’a. Bukan untuk dendam.
Untuk kebaikan. Kita.
Mencoba membaca lagi. Merenungi lagi. Menyelam
kembali. Pada sebuah tulisan, yang gak akan aku publish, yang selalu
mengingatkanku. Di saat aku merasa seperti ini. Di saat aku jatuh seperti ini.
Agar aku bisa menjadi Muthia kembali. Bisa melalui
jalan yang lurus. Lebih lurus.
Aku akan terus berdo’a. Untuk memohon ampunan. Untuk
memohon maaf. Untuk kebaikan. Kita.
Menyelam dalam kesibukan. Yang lebih berkah. Semoga
kesibukan yang kita jalani berkah.
Aamiin :)
Mencoba menulis dalam ketenangan di hari tenang pertama Pilpres 2014. Persis seperti di medsos, tenang, tapi tetap riuh ramai.
#pokeme #pokeyou #yesyou