29.9.14

Gara - Gara Status Tere Liye

Luka dikulit (misalnya di betis), bekas lukanya terlihat sekali, tapi bisa terlupakan--kadang tidak ingat ada bekas luka tersebut.
Luka di hati, sifatnya justeru terbalik; bekas lukanya sama sekali tidak nampak, tapi susah dilupakan--bahkan kembali teringat setelah belasan tahun berlalu, hanya karena hal kecil saja pemicunya.
Maka, jangan main2 dengan hati, sekali terluka, resikonya begitulah.
-Tere Liye-


* Hanya karena hal kecil saja pemicunya… sungguh melelahkan memiliki luka. Dear belasan tahun yang akan datang, izinkan aku mengingat hal itu dengan rasa luka yang tidak menganga.

** Terima kasih kepada mimpi kecil, yang pernah mampu menjadi pemecut semangat. Mungkin kinilah saatnya kau untuk terbang tinggi.
Terima kasih kepada mimpi kecil, yang pernah bertransformasi menjadi raksasa hina, yang mencengkeramku erat dengan segala tipu daya. Kini menjadi jelas semuanya dan baru aku sadar, harusnya kuhancurkanmu sejak dahulu kala.

*** Kata orang hati seorang wanita itu seperti gelas kaca, sekali ia retak tak pernah bisa kembali seperti sedia kala. Namun kusadar, aku tidak bisa membenci manusia untuk selamanya. Biarlah waktu yang menghapus semua rasa, hingga yang tersisa hanyalah aku pernah mengenalnya. Seberapa besar aku berusaha, fluktuasi rasa itu selalu ada. Detik ini aku merasa rindu untuk sekedar berbalas sapa. Detik kemudian aku merasa dialah orang terjahat sedunia, bahkan menyesal untuk sekedar tahu namanya. Detik berikutnya kembali lagi aku tak bisa terus membencinya. Tuhan , pada detik selanjutnya izinkanlah aku memiliki sebuah lubang kecil di hati dan izinkan aku mengisinya dengan semua hal yang mengagungkan-Mu. Izinkan lubang kecil itu membesar dan terus membesar hingga akhirnya hati ini menjadi lapang. Selapang laut lepas dan seputih mutiara.