Luka dikulit (misalnya di betis), bekas lukanya terlihat sekali, tapi bisa terlupakan--kadang tidak ingat ada bekas luka tersebut.
Luka di hati, sifatnya justeru terbalik; bekas lukanya sama sekali tidak nampak, tapi susah dilupakan--bahkan kembali teringat setelah belasan tahun berlalu, hanya karena hal kecil saja pemicunya.
Maka, jangan main2 dengan hati, sekali terluka, resikonya begitulah.
-Tere Liye-
* Hanya karena hal
kecil saja pemicunya… sungguh melelahkan memiliki luka. Dear belasan tahun yang
akan datang, izinkan aku mengingat hal itu dengan rasa luka yang tidak
menganga.
** Terima kasih kepada
mimpi kecil, yang pernah mampu menjadi pemecut semangat. Mungkin kinilah saatnya kau untuk terbang
tinggi.
Terima kasih kepada
mimpi kecil, yang pernah bertransformasi menjadi raksasa hina, yang
mencengkeramku erat dengan segala tipu daya. Kini menjadi jelas semuanya dan
baru aku sadar, harusnya kuhancurkanmu sejak dahulu kala.