5.11.14

Hujan Tanggal 4 ke 5


Mungkin aku sudah lelah berdebat dengan perasaan. Selalu berusaha menikam pikiran buruk dan menumbuhkan pikiran baik. Terus saja mencari jawaban atas pertanyaan dan mencari pembenaran atas kesalahan. Mungkin aku juga lelah dalam membenamkan ego, namun aku tahu mencuatkan ego akan menjauhkanku dari solusi. Masih saja bingung haruskah menjatuhkan rasa atau melenyapkannya. Terlalu sesak di dada dan penat di pikiran, mungkin aku lelah.

Namun..

Dia selalu punya cara. Dia selalu mengirimkan cinta. Dia tak henti memberi kejutan. Seperti malam ini, Dia memberi kejutan dengan mengirimkan cinta. Itulah cara Dia menyejukkan sukma. Aku tahu cara Dia selalu istimewa. Dia memberi kesempatan lebih sempurna untuk memanjatkan doa. Curahkan pada-Nya segalanya. Dia memiliki jawaban dan cara yang istimewa.

27.10.14


27 OKTOBER - SELAMAT HARI BLOGGER !!
Baru tau tadi sih dikasih tau radio. Entah aku harus berucap selamat untuk apa. Yang jelas hari ini aku lagi bahagia. Kenapa? Karena Ia masih saja memberi nikmat tak henti-hentinya, padahal aku sering nakal. Bahagia juga karena berhasil tercipta gambar cantik, walaupun kalau diliat-liat jadi keinget gambar-gambar yang ada di bagian belakang truk, wkwk.

+) Bonus



Bersama Waktu dan Bersama Kalian

Akan tiba saatnya kita bersiap diri untuk meninggalkan kebersamaan, untuk melangkah lebih jauh pada lajur kita masing-masing. Akan tiba saat itu, dimana kita bercerai berai bagai kapal meninggalkan dermmaganya. Saling melambaikan tangan. Akan tiba saatnya ucapan "Hai, apa kabar," menjadi begitu bermakna. Pun akan tiba saat itu, dimana kita berkumpul kembali, di tempat yang indah, waktu yang indah, juga suasana hati yang indah. Ber-haha-hihi ria seperti apa yang kita jalani kini.

Akan tiba saatnya kita menertawakan kehebohan dan kebodohan kita hari ini. Akan tiba pula saat kita membanggakan perjuangan kita untuk meraih hari itu, hari dimana kita memperoleh masing-masing mimpi kita. Dan kita tak perlu lagi saling bercerita bagaimana eloknya perjuangan itu, karena kita sudah sama-sama tahu. Seperti hari ini, kita sama-sama tahu kelemahan-kelemahan kita, kekhawatiran-kekhawatiran kita, ketakutan-ketakutan kita, juga keluarbiasaan kita menghadapinya.

Tibalah hari ini, dimana kita sama-sama tahu, bahwa Dia punya skenario yang Maha Indah. Dan akan tiba hari itu, dimana kita menangis terharu atas skenario yang sudah Ia berikan.

Hari ini… hanya ucap terimakasih yang bisa aku haturkan. Terima kasih untuk kebersamaan yang tak ternilai harganya :)


12.10.14

Dan dia pun jatuh kembali

Karena air mataku cukup sia-sia untuk menangisi kebodohanku,
Maka biarkanlah ini menjadi kebodohan terakhirku
yang takkan pernah aku tangisi kembali



29.9.14

Gara - Gara Status Tere Liye

Luka dikulit (misalnya di betis), bekas lukanya terlihat sekali, tapi bisa terlupakan--kadang tidak ingat ada bekas luka tersebut.
Luka di hati, sifatnya justeru terbalik; bekas lukanya sama sekali tidak nampak, tapi susah dilupakan--bahkan kembali teringat setelah belasan tahun berlalu, hanya karena hal kecil saja pemicunya.
Maka, jangan main2 dengan hati, sekali terluka, resikonya begitulah.
-Tere Liye-


* Hanya karena hal kecil saja pemicunya… sungguh melelahkan memiliki luka. Dear belasan tahun yang akan datang, izinkan aku mengingat hal itu dengan rasa luka yang tidak menganga.

** Terima kasih kepada mimpi kecil, yang pernah mampu menjadi pemecut semangat. Mungkin kinilah saatnya kau untuk terbang tinggi.
Terima kasih kepada mimpi kecil, yang pernah bertransformasi menjadi raksasa hina, yang mencengkeramku erat dengan segala tipu daya. Kini menjadi jelas semuanya dan baru aku sadar, harusnya kuhancurkanmu sejak dahulu kala.

*** Kata orang hati seorang wanita itu seperti gelas kaca, sekali ia retak tak pernah bisa kembali seperti sedia kala. Namun kusadar, aku tidak bisa membenci manusia untuk selamanya. Biarlah waktu yang menghapus semua rasa, hingga yang tersisa hanyalah aku pernah mengenalnya. Seberapa besar aku berusaha, fluktuasi rasa itu selalu ada. Detik ini aku merasa rindu untuk sekedar berbalas sapa. Detik kemudian aku merasa dialah orang terjahat sedunia, bahkan menyesal untuk sekedar tahu namanya. Detik berikutnya kembali lagi aku tak bisa terus membencinya. Tuhan , pada detik selanjutnya izinkanlah aku memiliki sebuah lubang kecil di hati dan izinkan aku mengisinya dengan semua hal yang mengagungkan-Mu. Izinkan lubang kecil itu membesar dan terus membesar hingga akhirnya hati ini menjadi lapang. Selapang laut lepas dan seputih mutiara.