Ngacak-acak file di laptop,
entah karena aku ga punya kerjaan atau sedang bosan akhirnya aku baca tulisan-tulisan yang pernah aku buat. Aku nemuin suatu document word
yang kujuduli pada waktu itu “Catatan seorang pelajar”. Setelah aku baca
kembali, hipotesisku mengatakan bahwa tulisan itu kubuat saat aku bosan
belajar. Mungkin lebih tepatnya stress belajar, soalnya diliat dari tulisannya yang
lumayan ngelantur. Nih:
Catatan seorang pelajar
Bukan lagi setahun atau dua tahun lalu yang membuat aku dan teman-teman seperjuanganku bisa menikmati senangnya menjadi pelajar Kota Yogyakarta, melainkan tahun ini kewajiban sesungguhnya harus benar-benar kami emban. “Hey, ngapain aja kamu dua tahun ini?” kata hati nuraniku kemudian. Momok tenggat waktu pun akan terus membayangi kami. Sementara para guru akan senantiasa mengingatkan kami pada momok tersebut, “7 bulan lagi!”, “Tinggal 6 bulan lagi, nilai kalian masih remuk redam?”, “5 bulan lagi, mau apa kalian dengan nilai segini?”, “4 bulan lagi, materi apa yang benar-benar telah kalian kuasai?” seolah mengejek, dan akan terus berlanjut hingga “1 bulan lagi, udah siap kalian?”. Siap? Siap gak yaa? Akhirnya kami harus berusaha siap. Pagi hari kami bersekolah layaknya murid pada umumnya dan harus rela memindahkan kampus di sore kemudian, dengan orang-orang yang sama dan materi yang sama. Huaaah!!!
Cap sebagai siswi Telatan ga mau lagi aku emban. Tapi tantangan masuk kelas setengah tujuh juga membuatku jengah. Di kelas pengen teriak-teriak “Aku kehilangan semangat neh, apa yang harus kulakukan???” terus banyak teman yang menyahut kata-kata motivasi. Atau, terkadang mendambakan seseorang bertanya, “kamu kenapa e mut?”, sekedar bertanya. Atau yang to the point, “Ayo! Kok loyo? Semangat mut!” terus pengen banget aku jawab, “Iya, ini aku absen dulu mau ngumpulin semangat,” sambil pasang muka sok manis. Halah, ngapain pake absen segala neng?
Ga cuma kami para murid yang harus mengumpulkan semangat. Para pengajar formal maupun non formal juga senantiasa semangat menggembleng murid-murid rakus ilmu ini dengan soal-soal standar dewa. Gimana ga menderita, makanan sehari-hari kami kini bertumpuk-tumpuk kertas latihan. Secara, tanduk besar ada di depan mata. Ga mau kan jadi telur di ujung tanduk? Selain UN yang harus kami hadapi, tanduk mematikan SNMPTN siap menimang kami. Konon, tanduk smnptn itulah yang udah memasukkan ribuan pesertanya ke jurang sedalam-dalamnya jurang tanpa memberi mereka kesempatan menghirup udara ptn. Sebaliknya tanduk itulah yang akan menghantarkan para suksesinya ke jenjang kuliah yang kemudian akan mereka geluti masing-masing. Dan aku yakin pasti, aku akan jadi salah seorang dari mereka.
PLAAKKKK!!! Tabokan malaikat yang masih sayang sama aku mendarat di pipiku, tepat menggepengkan jerawatku yang siap panen, aww. “Kalau pengen jadi seperti mereka, BELAJAR dongsss!!!” “Oke.”
Jadi ngakak sendiri
habis baca itu, yampun yampun… buka properties à created: Wednesday, November
09, 2011, 2:39:47 AM. Muka datar… baru nyadar!!! 2:39
AM??? Pagi-pagi? Gilee… wkwk.
0 comments:
Post a Comment