Alika terbungkam
seketika. Seorang lelaki berbaju merah di depannnya kini mulai mengerutkan
dahinya.
"Berapa
Mas?"
"Dua puluh ribu
seratus Mbak,"
Kembali Alika
menggasak dompet mungilnya, nihil. Seorang ibu dibelakangnya mengetuk-etuk
sepatu pantovel hitam yang dipakainya.
"Seratus
rupiahnya dibayar pakai permen boleh Mas?" tanya Alika sambil memamerkan
gigi berkawatnya.
0 comments:
Post a Comment