22.7.14

Seratusnya...

Alika terbungkam seketika. Seorang lelaki berbaju merah di depannnya kini mulai mengerutkan dahinya.
"Berapa Mas?"
"Dua puluh ribu seratus Mbak,"
Kembali Alika menggasak dompet mungilnya, nihil. Seorang ibu dibelakangnya mengetuk-etuk sepatu pantovel hitam yang dipakainya.
"Seratus rupiahnya dibayar pakai permen boleh Mas?" tanya Alika sambil memamerkan gigi berkawatnya.

0 comments:

Post a Comment