23.1.14

Hujan

Aku selalu menyukai hujan. Walaupun kadang aku khilaf mengatakan "Yaah," secara spontan ketika ia turun.
"Menunggu hujan," entah mengapa kalimat itu selalu terdengar romantis di telinga, walaupun kadang banyak orang akan bosan untuk melakukannya.
Aku suka menunggu hujan bersamamu. Menunggu hujan turun awal musim ini. Menantikan tetesan air yang akan mebawa rezeki bagi kami makhluk bumi. Ketika kkriman dari langit sampai ke permukaan bumi, aku suka bau tanah bercampur air yang ia ciptakan dan kesegaran yang ia bawa. Hujan ini, kesejukan ini, akan membersamai aktivitas kita. Bersama-sama kita memanjatkan doa untuk mimpi-mimpi kita, untuk harapan-harapan kita. Ketika hujan semakin menderas maupun makin mereda aku akan mengucapkan syukur karenanya.
Aku suka menunggu hujan bersamamu. Menunggu hujan reda di tengah kesibukan kita. Memberikan kita waktu untuk relaks sejenak, memaksa kita untuk meluangkan waktu untuk sekedar ber-ba-bi-bu ria. Menantikan tetesan air akan semakin menipis perlahan dan hilang seketika. Langit pun kembali cerah dan kita sama-sama kembali pada aktivitas seperti sebelumnya.
Aku suka berada di bawah hujan. Seakan guyuran air itu juga akan menghapus kepenatan sepanjang hari ini. Seakan-akan ia bisa membawa pergi semua perasaan yang mengusik dalam hati. Seolah ia bisa meredam tangisku, membawa setiap butiran air yang keluar dari mataku juga mengaburkan jeritku dengan auman guntur yang membersamainya.

5 comments:

Ulul Ilmi Bilqisti said...

ecieee *uhuk
"menunggu hujan bersamamu" :3

Ria Erlani said...

waaahh.. hmmm,, "menunggu hujan bersamamu" :P :P

Unknown said...

kaliaan, sekedar tulisan kakaak :3

sakaizatsara said...

cieeee, menunggu hujan bersama siapa, muuut? :p

Unknown said...

bersamamuu mbaaak~

Post a Comment