Udah makin lincah
aja ni jari ber-tak-tik ria di atas keyboard komputer. Apalagi kalau bukan
berkat tugas P*K dan laporan praktikum ergonomi.
Sayangnya kemajuan ini gak disertai dengan kemajuan yang lain. Produktivitas
menulisku Ya Allah, Astaghfirullah, hehe. Liat tuh mut terakhir update
september. Oke dengan ini aku mulai memaksa otakku, tanganku, dan ideku untuk
menyelami lautan kata-kata. (cukup mut lebaynya --).
*S
Bulan Syawal itu
kapan yaa? Udah lama. Waa ketauan banget ide ini mengendap cukup lama di
kepalaku. Banyak sebenernya pelajaran yang aku dapetin tiap hari-hari yang
kulalui. Sayang ada beberapa hanya aku "oh"-kan dan berlalu begitu
aja. Tapi yang ini ngenak sengenak-ngenaknya.
Pada suatu hari di
bulan Syawal, dimana toples-toples makanan menghiasi meja ruang tamu di
sebagian besar rumah di Indonesia, aku menghampiri salah satu dari mereka.
Sebuah toples berbentuk persegi panjang dan tidak terlalu tebal untuk ukuran
toples dan aku yakini isinya adalah roti kering. Aku pun membukanya. Ya, benar
roti keringlah isinya. Rotinya beraneka
jenis jadi kita punya banyak pilihan dalam satu toples. Begini penampakannya:
Dengan spontanitas
yang cukup tinggi aku mengambil kue yang itu tu, yang diplastikin putih (bukan
bening). Sebelum membuka plastiknya aku terpikir akan satu hal. Setelah aku
makan roti yang ada dalam plastik itu ternyata benar dugaanku. Roti yang aku
makan ini enak seenak-enaknya roti yang pernah aku makan. (ups, lebay lagi).
Haha, enggak selebay itu, tapi aku pernah nyobain jenis roti lain yang ada
dalam toples itu dan aku rasa ini yang paling enak.
Jadi gini, apa yang
aku pikirkan tadi adalah, "Kenapa aku milih roti yang ini?" Karena
entah kenapa aku yakin roti yang tercover inilah yang paling enak dibanding
yang lain. Seolah ini bukti bahwa yang
tercover dengan baik itu selalu lebih istimewa. :) itu coba liat yang tercover
plastik bening, tercovernya sih udah, tapi masih transparan, jadi
keistimewaannya berkurang. Padahal yang putih masih transparan juga yaa, bahaha #fail.
Bagi Anda yang masih
bertanya-tanya "ini tulisan yang mau disampein apa?" oke aku kasih
clue -> korelasiin ini dengan hijab
Berhijab itu bukan
pilihan, bukan hanya pelunas kewajiban. Lebih mulia dari itu, hijab adalah
kebutuhan. Kalau disambungin ke postingan ini, hijab itu membuat kita lebih istimewa.
*masih harus banyak
belajar* :)

0 comments:
Post a Comment